Usaha Dagang Asing

0
5

Norma penghitungan yang ditetapkan bagi wajib pajak luar negeri yang mempunyai kantor perwakilan dagang di Indonesia
(634/KMK.04/1994 jo KEP-667/PJ./2001)

Penghasilan neto bagi wajib pajak luar negeri yang mempunyai kantor perwakilan dagang di Indonesia ditetapkan 1% (satu persen) dari nilai ekspor bruto.

Pengertian nilai ekspor bruto
(634/KMK.04/1994 jo KEP-667/PJ./2001)

Nilai ekspor bruto adalah semua nilai pengganti atau imbalan yang diperoleh wajib pajak luar negeri yang mempunyai kantor perwakilan dagang di Indonesia dari penyerahan barang kepada orang pribadi atau badan yang berada atau bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia.

Perlakuan pajak penghasilan terhadap kantor perwakilan dagang di Indonesia
(634/KMK.04/1994 jo KEP-667/PJ./2001 jo SE-2/PJ.03/2008)

Pelunasan Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak luar negeri yang mempunyai kantor perwakilan dagang di Indonesia yang berasal dari negara yang belum mempunyai Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan Indonesia adalah sebesar 0,44% (empat puluh empat per seribu) dari nilai ekspor bruto dan bersifat final, dengan rincian sebgai berikut :

PPh atas penghasilan kena pajak terutang : 30% x 1%          = 0.30%
Penghasilan kena pajak sesudah dikurangi : 20% x (1-0,3)% = 0,14%
pajak dari suatu Bentuk Usaha Tetap
(branch profit tax/BPT) (tarif 20%)
Total                                                                                  = 0,44%

Untuk KPD dari negara-negara mitra P3B dengan Indonesia, maka besarnya tarif pajak yang terutang disesuaikan dengan tarif BPT dari suatu Bentuk Usaha Tetap tersebut sebagaimana dimaksud dalam P3B terkait.

Pengadministrasian wajib pajak luar negeri yang mempunyai kantor perwakilan dagang di Indonesia di Kantor Pelayanan Pajak
(KEP-667/PJ./2001)

Pembayaran dan pelaporan Pajak Penghasilan oleh Wajib Pajak Luar Negeri yang mempunyai Kantor Perwakilan Dagang di Indonesia dan pengadministrasiannya di Kantor Pelayanan Pajak dilakukan sebagai berikut:

  • Wajib Pajak Luar Negeri yang mempunyai Kantor Perwakilan Dagang di Indonesia wajib membayar Pajak Penghasilan yang terutang dalam suatu masa Pajak ke bank persepsi atau Kantor Pos dan Giro selambat-lambatnya tanggal 15 (lima belas) bulan berikut setelah bulan diterima atau diperolehnya penghasilan, dengan menggunakan satu Surat Setoran Pajak (SSP) Final;
  • Wajib Pajak Luar Negeri yang mempunyai Kantor Perwakilan Dagang di Indonesia wajib melaporkan pembayaran Pajak Penghasilan yang dilakukan ke Kantor Pelayanan Pajak selambat-lambatnya tanggal 20 (duapuluh) bulan berikut setelah bulan diterima atau diperolehnya penghasilan, dengan menggunakan bentuk yang telah ditentukan dan dilampiri dengan lembar ke-3 SSP Final.
  • Lembar ke-3 SSP yang telah dilaporkan wajib pajak pada Kantor Pelayanan Pajak diadministrasikan pada seksi PPh Badan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here