Pembetulan, Pembatalan Ketetapan Pajak dan Penghapusan Sanksi Administrasi

0
144

Pembetulan Ketetapan Pajak 2019

Apabila ada kesalahan maupun kekeliruan didalam ketetapan pajak, dimana pajak tersebut tidak mengandung dalam persengketaan fiskus dan WP, akan dapat di betulkan oleh DJP secara jabatan maupun atas permohonan WP.

Kekeliruan atau kesalahan dalam ketetapan pajak pembetulan 2019

Perlu Anda ketahui ruang lingkup dari pembetulan ketetapan pajak, terbatas pada kekeliruan atau kesalahan dari:

a. Kesalahan penulisan nama, alamat, NPWP, jenis pajak, nomor surat, tahun atau masa        pajak, dan tanggal jatuh tempo

b. Kesalahan penghitungan dari penjumlahan, pengurangan, perkalian maupun                      pembagian dari suatu bilangan.

c. Kekeliruan dalam menentukan atau penerapan taruf, persentase , penghasilan neto,          penerapan sanksi administrasi, PTKP, perhitungan PPh tahun berjalan dan 
    pengkreditan pajak.

Ketetapan Pajak 2019 dapat di betulkan karena kekeliruan atau kesalahan, antara lain :

a. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar

b. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan

c. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar

d. Surat Ketetapan Pajak Nihil

e. Surat Tagihan Pajak

f. Surat Putusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan pajak

g. Surat Putusan Keberatan

h. Surat putusan Penghapusan atau Pengurangan Sanksi Administrasi

i. Surat Putusan Pembatalan atau Pengurangan Ketetapan Pajak yang tidak benar

Jangka Waktu Penyelesaian Permohonan WP 

Direktur Jendral Pajak dalam jangka waktu dua belas bulan sejak tanggal permohonan di terima, wajib memberikan keputusan. Apabila dalam jangka waktu yang sudah di tentukan belum juga ada keputusan, maka permohonan yang di ajukan tersebut dianggap di terima oleh Direktur Jendral Pajak.

Penghapusan atau Pengurangan Sanksi Administrasi

1. DJP secara jabatannya atau atas permohonan Wajib Pajak dapat menghapus atau              mengurangkan sanksi administrasi berupa denda, kenaikan dan bunga

2. Permohonan penghapusan atau pengurangan sanksi administrasi memenuhi                      ketentuan sebagai berikut:

    a. Pengajuan secara tertulis dengan alasan yang jelas dan yakin dalam bahasa                          Indonesia.
    b. Disampaikan kepada DJP melalui KPP yang mengenakan sanksi tersebut 
    c. Tidak boleh melebihi jangka waktu tiga bulan sejak di terbitkan SKPKB atau 
        SKPKBT,STP kecuali WP dapat menunjuk kan bahwa waktu yang ditentukan tersebut 
        tidak dapat di penuhi dengan alasan di luar ke kuasaannya. 
    d. Tidak sedang dalam pengajuan keberatan attas ketetapan pajak dan di ajukan atas
        suatu SKPKB atau SKPKBT dan suatu STP.

3. DJP harus memberikan putusan atas permohonan penghapusan atau pengurangan
    sanksi administrasi paling lambat dua belas bulan sejak surat permohonan di terima.
    Apabila waktu yang sudah di tentukan sudah melewati dan DJP belum memberikan 
    keputusan maka permohonan di anggap di terima. 

Pembatalan atau Pengurangan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar
 
1. DJP karena jabatannya atau permohonan Wajib Pajak dapat membatalkan 
    atau mengurangkan ketetapan pajak yang tidak benar

2. Permohonan pembatalan atau pengurangan ketetapan pajak tidak benar harus 
    memenuhi ketentuan sebagai berikut:

    a.  Pengajuan secara tertulis dengan alasan yang jelas dan yakin dalam bahasa                          Indonesia.
    b.  Jumlah Pajak terhutang harus di sebutkan menurut perhitungan Wajib pajak

3. DJP Wajib memberi keputusan atas permohonan pembatalan atau pengurangan
    ketetapan pajak tidak benar paling lambat dua  belas bulan sejak di terbitkan
    tanggal permohonan di terima. Apabila melebihi waktu yang sudah di tetapkan dan
    DJP belum memberi keputusan, maka permohonan di anggap di terima.

Permintaan Pemberian/Penjelasan Keterangan Tambahan

1. Untuk mengajukan permohonan, Wajib Pajak bisa meminta keterangan/penjelasan 
    tambahan, dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak wajib menjawab secara tertulis hal
    -hal yang termasuk dalam dasar pemotongan, pengenaan atau pemungutan. 
    Wajib Pajak juga harus memperhatikan jangka waktu atau tanggal pengajuan 
    permohonan yang sudah di jelaskan di atas.

2. Wajib Pajak dapat juga menyampaikan alasan penjelasan atau tambahan tertulis,
    sebelum surat keputusan di terbitkan.

* Agar dapat menjadi perhatian bahwa pengajuan untuk permohonan agar tidak                   menunda-nunda kewajiban untuk membayar pajak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here