Apa itu Opex?

Hello, Sobat MateriPajak! Apa kabar? Kali ini, kita akan membahas tentang Opex. Apa sih Opex itu?

Opex singkatan dari Operational Expenditures, yang artinya adalah biaya operasional. Opex seringkali digunakan dalam dunia bisnis dan keuangan untuk menggambarkan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan suatu bisnis.

Read More

Dalam bisnis, Opex mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan suatu operasi bisnis. Contoh dari Opex adalah biaya listrik, biaya sewa kantor, biaya gaji karyawan, biaya transportasi, dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Capex and Opex: Apa itu dan Bagaimana Mempengaruhi Bisnis Anda?

Opex sangat penting dalam bisnis karena Opex yang terlalu besar dapat membuat bisnis tidak efisien dan berpotensi mengalami kerugian. Oleh karena itu, perencanaan Opex harus dilakukan dengan baik agar bisnis dapat berjalan dengan efisien dan menguntungkan.

Perbedaan antara Opex dan Capex

Sebelum membahas lebih jauh tentang Opex, ada baiknya kita juga membahas tentang Capex. Capex singkatan dari Capital Expenditures, yang artinya adalah pengeluaran modal.

Perbedaan antara Opex dan Capex adalah bahwa Opex berkaitan dengan biaya operasional yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis, sedangkan Capex berkaitan dengan pengeluaran modal untuk membeli aset tetap seperti gedung, mesin, dan peralatan produksi.

Contohnya, jika sebuah perusahaan membeli gedung untuk kantor, maka biaya pembelian gedung tersebut adalah Capex. Namun, biaya listrik dan biaya perawatan gedung tersebut adalah Opex.

Karena Opex berkaitan dengan biaya operasional, maka Opex biasanya lebih sering terjadi dan jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan Capex.

Baca Juga :  NPWP dan Pengukuhan PKP

Bagaimana Opex dihitung?

Opex dapat dihitung dengan menghitung semua biaya operasional yang dikeluarkan dalam satu periode waktu tertentu, seperti bulanan atau tahunan.

Contohnya, jika sebuah perusahaan ingin menghitung Opex-nya selama satu tahun, maka perusahaan harus menghitung semua biaya operasional yang dikeluarkan selama satu tahun tersebut, seperti biaya listrik, biaya sewa kantor, biaya gaji karyawan, biaya transportasi, dan lain sebagainya.

Setelah semua biaya operasional tersebut dihitung, maka perusahaan dapat mengetahui berapa besar Opex yang dikeluarkan selama satu tahun tersebut.

Kenapa Opex Penting?

Opex sangat penting dalam bisnis karena Opex yang terlalu besar dapat membuat bisnis tidak efisien dan berpotensi mengalami kerugian.

Contoh, jika biaya listrik yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan terlalu besar, maka perusahaan tersebut dapat mengalami kerugian karena keuntungan yang didapat tidak cukup untuk menutupi biaya listrik yang dikeluarkan.

Oleh karena itu, perencanaan Opex harus dilakukan dengan baik agar bisnis dapat berjalan dengan efisien dan menguntungkan.

Cara Mengurangi Opex

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi Opex, di antaranya adalah:

1. Menerapkan efisiensi energi dengan menggunakan lampu hemat energi dan peralatan elektronik yang efisien.

2. Menyewa kantor yang lebih kecil atau menggunakan ruangan yang sudah ada dalam kantor untuk menghemat biaya sewa kantor.

3. Mengurangi biaya transportasi dengan menggunakan transportasi umum atau carpooling.

4. Mengurangi biaya gaji karyawan dengan melakukan outsourcing atau pengurangan jumlah karyawan yang tidak diperlukan.

Dengan mengurangi Opex, perusahaan dapat menjadi lebih efisien dan menguntungkan.

Kesimpulan

Opex adalah biaya operasional yang dikeluarkan untuk menjalankan suatu bisnis. Opex sangat penting dalam bisnis karena Opex yang terlalu besar dapat membuat bisnis tidak efisien dan berpotensi mengalami kerugian. Oleh karena itu, perencanaan Opex harus dilakukan dengan baik agar bisnis dapat berjalan dengan efisien dan menguntungkan.

Baca Juga :  Fungsi Surat Pemberitahuan Pajak

Demikianlah artikel tentang Apa itu Opex. Semoga bermanfaat untuk kamu, Sobat MateriPajak. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *